PROFIL

Foto Saya
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Setamat SD, melanjutkan di Kota Semarang di SMP N 3 Semarang ( siang ) ; SMA Wiyata Tama Semarang ; S-1 UNDIP FH , S-2 di Program Magister Ilmu Hukum UNTAG Semarang Kajian Hukum, Politik dan Pemerintahan. Mengabdi di dunia pendidikan sejak tahun 1991 di Fakultas Hukum UNTAG Semarang sekarang dalam lingkup jabatan struktural pernah menjadi sekretaris Laboratorium Hukum dan Pembantu Dekan Bidang Kemahsiswaan. MK yang diampu : HAN ; Hukum Acara PTUN ; Hukum Pengawasan ; Menjadi anggota asosiasi pengajar HAN/HTN jateng dan juga asosiasi pengajar hukum acara Mahkamah Konstitusi. Didunia advokat , menjalankan profesi sejak tahun 1991 sampai sekarang. Menjadi anggota IPHI , IKADIN dan PERADI. Didunia LSM aktif bergerak dalam bidang bantuan hukum, pemberdayaan masyarakat, pengawasan dan pengkajian pembangunan daerah. Termasuk Inisiator dan Direktur Operasional CosdeC. DiPemilu tahun 2008-2009 Pileg dan Pilpres menjadi anggota Panwaslu provinsi Jawa Tengah. Sampai dengan tahun 2012 menjadi legal konsultan pada PT. CARGILL INDONESIA ( divisi Pakan Ternak ) dan sekarang sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Hukum UNTAG Semarang Periode 2011 - 2015

Senin, 31 Mei 2010

RENUNGAN LAHIRNYA PANCASILA 1 JUNI

MASIH SAKTIKAH
PANCASILA


Merefleksi sejarah perjalanan bangsa mulai seabad yang lalu, pasti kita akan teringat akan bagaimana semangat untuk tumbuh dan berkembang sebagai Negara bangsa selalu menggelora didada para pioneer Negara bangsa ini. Adanya kesadaran akan arti pentingnya perjuangan untuk keluar dari belenggu penjajahan, kebodohan dan kemiskinan dan perjuangan pergerakan kebangsaan yang hanya bersifat kedaerahan yang menjadi pendorong semangat perjuangan. Perjalanan perjuangan Negara bangsa dimulai dengan lahirnya Taman Siswa sebagai awal perjuangan untuk melepaskan diri dari belenggu kebodohan, yang proses pendidikan tidak hanya untuk mencerdaskan namun lebih jauh adalah semangat untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan juga dalam proses pembentukan karakter bangsa.

Perjuangan berlanjut dengan lahirnya kelompok mahasiswa yang mampu membangkitkan semangat cinta tanah air dan semangat untuk melahirkan Negara bangsa Indonesia, setelah perserikatan perekonomian tumbuh dan berkembang agar bangsa ini keluar dari ketergantungan pada penjajah. Perjuangan pembangunan ekonomi yang berbasis pada pengembangan ekonomi kerakyatan, akhirnya melahirkan gerakan koperasi yang diharapkan menjadi sokoguru perekonomian di Indonesia.

Kesadaran berbangsa untuk bernegara tumbuh dan berkembang bagai jamur di musim penghujan, mencapai puncaknya dengan adanya kesadaran yang mendalam dari para pemuda di seluruh Nusantara untuk menyatukan diri dalam satu ikatan Negara bangsa Indonesia dengan satu tekad untuk menyatakan tanah air satu – tanah air Indonesia, bangsa yang satu – bangsa Indonesia dan bahasa persatuan adalah bahasa Indonesia. Pada pernyataan tekad ini egoisme kedaerahan hilang dan dihilang demi tercapainya cita- cita yang lebih besar yaitu lahirnya Negara bangsa Indonesia.

Perjuangan yang pada awalnya dilakukan dengan adu kekuatan fisik, akhirnya dirubah dengan pola perjuangan yang berdasarkan pada kemampuan intelektual, sehingga yang banyak terjadi adalah ada kekuatan pendapat baik melalui rapat umum, dialog- dialog dengan para penjajah. Walhasil ,selain eksistensi pejuang diakui oleh penjajah , disisi yang lain mereka yang melakukan perjuangan dengan beda pendapat tersebut, banyak yang dipenjarakan oleh penjajah.

Menitik dari refleksi tersebut, dapat dipahami adanya satu tekad yang kuat, rela berkorban demi bangsa menjadikan kekuatan tersendiri bagi para pejuang bangsa ini. Nilai – nilai semangat perjuangan tersebut kemudian terformulasi dalam kristalisasi budaya bangsa yang sering disebut dengan Pancasila. Adanya suatu keinginan Negara yang nanti terbentuk haruslah selalu mendasarkan pada Ketuhanan yang Maha Esa, berperikemanusian yang adil dan beradab, selalu menjaga persatuan Indonesia, selalu menyelesaikan setiap persoalan dengan musyawarah untuk mufakat dan berkeadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

Fakta sekarang setelah 65 tahun Negara bangsa Indonesia ini lahir, justru yang berkembang sebaliknya adanya fenomena liberalisme kapitalisme, hilangnya semangat berjuan tanpa pamprih, selalu mengedepankan egoisme daerah, voting lebih mulia daripada musyawarah untuk mufakat dan mulai hilangnya rasa bangga sebagai Negara bangsa , menunjukkan adanya pengkikisan semangat dan tujuan yang hendak dicapai oleh para pejuang pendahulu kita.

Pendidikan yang sebetulnya diharapkan mampu mencetak generasi yang memiliki karakter kuat untuk tetap menjaga Negara bangsa Indonesia, justru hanya mampu generasi yang menghafal tanpa mengetahui semangat yang terkandung dari hafalan yang dipelajari. Ironis memang , kalau kemudian disandingkan dengan proses pendidikan sebelum terbentuk Negara bangsa ini. Sektor atau bidang lain sangat sulit diharapkan untuk mewujudkan tujuan dari para pejuang pendahulu kita.

Carut marut segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara tentu tidak bias dibiarkan begitu saja kalau kita menghendaki Negara bangsa ini tidak hancur, karena tidaknya adanya generasi yang memahami betul tujuan pembentukan Negara bangsa ini, termasuk adanya generasi yang memiliki karakter yang kuat untuk selalu mempertahankan Negara bangsa ini. Perjuangan masih panjang dan harus dimulai sekarang, kalau kita tidak ingin Negara bangsa ini hancur kembali.

Selamat merenungkan, dan selalu menjadikan Pancasila sebagai perekat dan pemersatu bangsa ini.

Sabtu, 29 Mei 2010

PERISTILAHAN HAN

Istilah
1. Bahasa asing :
- Belanda -------- Administratiefrecht
- Inggris --------- Administratrative law
- Perancis ------- Droit Administratief
- Jerman -------- Verwangtungsrecht

2. Sjashran Basah memberikan istilah Hukum Administrasi Negara ;
3. Wirjono Projodikoro memberikan istilah Hukum Tata Pemerintahan ;
4. UU 5/1986 memberikan istilah Hukum Tata Usaha Negara
5. Dikalangan PT di Indonesia, sebelum tahun 1946 dalam UU Perguruan Tinggi Tahun 1947 Pasal 9 digunakan istilah kembar yaitu Staatsen Administratiefrecht ( staatsrecht = HTN, Administratiefrecht = HAN ) dimana sebagai pengajar adalah Prof Logemann sampai dengan tahun 1941
6. Tahun 1945 istilah ini masih dipake oleh Rechtshogeschool di Jakarta
7. Tahun 1946, dalam Pasal 34 Peraturan Universitas Stbl 1947 Nomor 170 istilah kembar dipisahkan. HTN diajarkan oleh Prof Resink dan HAN diajarkan oleh Mr Prins ( istilah HAN ini resmi dipakai pada Universitas Indonesia.
8. Tahun 1950 – 1960 Prof Joko Soetono menggunakan istilah HTUN, kemudian setelah tahun 1960 di UI Prof Prajudi Atmosudirjo menggunakan istilah HAN, di UGM dan UNPAD digunakan istilah HTP
9. Dalam kurikulum Perguruan Tinggi, dengan Kepmen P & K Nomor 0198/U/1972 ditetapkan istilah HTP, dengan keputusan Dirjen Dikti Departemen P & K Nomor 30/DJ/Kep/1983 ditetapkan istilah HAN I, kemudian ditetapkan istilah asas-asas HAN dan terakhir dengan Kepmen P & K Nomor 0325/U/1994 ditetapkan istilah HAN
10. Penggunaan / pemilihan istilah HAN sedikit banyak dipengaruhi oleh kesepakatan pengasuh mata kuliah HAN pada pertemuan di Cibulan tanggal 26 – 28 Maret 1973, dengan catatan pemilihan istilah HAN tidak menutup kemungkinan bagi fakultas- fakultas yang bersangkutan untuk tetap menggunakan istilah lain, asalkan syllabus minimal tetap menjadi pegangan bersama.

Pemilihan istilah Hukum Administrasi Negara karena :
a. Istilah HAN merupakan istilah yang luas pengertiannya, sehingga membuka kemungkinan kea rah pengembangan dari cabang ilmu hokum ini yang lebih sesuai dengan perkembangan pembangunan dan kemajuan Negara RI dimasa yang akan datang
b. Tidak dapat disangkal bahwa pengembangan dari cabang ilmu hokum ini erat hubungannya dengan pengembangan ilmu Administrasi Negara, dengan istilah HAN hubungan tersebut dapat lebih mudah dipahami dan diterima
c. Istilah “ administrasi “ lebih mencerminkan fungsi daripada Negara modern sesudah perang dunia II daripada istilah Tata Pemerintahan dan Tata Usaha Negara

TRANSPARANSI

Penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia diera reformasi yang sudah berjalan lebih dari 12 tahun ini, menunjukkan kearah yang lebih memberikan ruang kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam setiap perencaan dan penyusunan kebijakan. Dan pemberian ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi tersebut menunjukkan pemerintah ingin melaksanakan asas transparansi.

Asas transparansi diwujudkan sebagai perwujudan dari pelaksanaan hak warga negara yang dilindungi konstitusi, dimana setiap warga negara berhak atas informasi untuk kepentingan kehidupan pribadinya dan kehidupan sosialnya.

Dalam konteks transparansi, diharapkan dalam proses penyelenggaraan pemerintahan tidak lagi terjadi KKN, sehingga akan merugikan kepentingan rakyat. Karena hakekat pemerintah adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia, menyelenggarakan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan turut serta menjaga perdamaian dunia. pencapaian tujuan tersebut, tentu selain harus berlandaskan pada Pancasila sebagai Falsafah Pemerintahan, juga harus mampu secara mandiri tanpa harus tergantung pada bangsa lain.

Kamis, 27 Mei 2010

BERLAKU ADIL

ketika dalam perjalanan pulang dari luar kota, tiba-tiba nada sambung HP bunyi dan ternyata telepon dari rumah. Anak yang kedua telepon minta untuk dimintakan topi putih karena esoknya akan ujian praktek olah raga. pada saat itu mencoba untuk memberikan pemahaman , namun yang terjadi justru sebaliknya si anak protes karena diperlakukan tidak adil oleh orang tuanya, karena dia mengetahui setiap kakaknya minta sesuatu selalu dituruti.

Selama perjalanan merenung dan selalu terngiang- ngiang kata- kata anak kedua tersebut. Muncul gejolak dalam bathin, betulkah saya sudah tidak adil dalam mendidik, merawat anak- anak yang diamanahkan kepada saya. akhirnya dengan sekuat tenaga mencoba untuk mencarikan topi tersebut, dan alhamdulilah dapat.

Beranjak dari peristiwa tersebut, akhirnya menyadarkan saya untuk lebih bijak dalam menanggapi setiap usulan, perlakukan dan permintaan anak

Selasa, 25 Mei 2010

KOMUNIKASI DAN JARINGAN

Beranjak dari pengalaman hidup diri sendiri, dapat disimpulkan bahwa membangun komunikasi dan membentuk jaringan menjadi sangat penting bagi mereka yang akan menduduki jabatan- jabatan publik termasuk didalamnya adalah jabatan politik. Kemampuan untuk berkomunikasi sehingga mampu menyakinkan bahwa diri kita memiliki kemampuan menjadi persyaratan pertama yang harus dimiliki, setelah itu memiliki jaringan dengan kelompok - kelompok yang ada dimasyarakat,baik ORMAS,kekuatan politik dan lain sebagainya.

Kemampuan berkomunikasi tidak bisa datang dengan sendirinya. Kemampuan menyampaikan pendapat secara lisan dan tertulis hanya akan terjadi kalau kita memiliki pengalaman dan kebiasaan yang artinya kemampuan tersebut perlu diasah tidak bisa datang secara tiba- tiba. Karena kebiasaan menyampaikan pendapat baik dalam forum resmi maupun tidak resmi akan membawa kita pada suatu kebiasaan yang secara tidak kita sadari akan mendorong kepada kita untuk percaya diri tidak minder. Dengan keprcayaan diri yang kuat dan kemampuan menyampaikan pendapat secara lisan dengan runtut dan mudah dipahami, maka selanjutnya orang yang menerima pendapat kita akan mengakui kemampuan diri kita. Selanjutnya jaringan menjadi sangat penting karena kemampuan saja tanpa didukung jaringan yang kuat akan tidak memiliki manfaat apa- apa kalau kita mau masuk atau menduduki jabatan-jabatan politik dan atau jabatan- jabatan di badan publik. Bangunan jaringan tidak bisa dibangun sesaat, diperlukan proses dan waktu untuk membentuk bangunan jaringan, makin solid bangunan jaringan yang kita miliki akan mempermudah kita mencapai tujuan yang hendak dicapai. Jaringan tidak termasuk nepotisme karena kita didukung kemampuan yang kuat.

menyadari hal tersebut, maka sebaiknya bagi siapapun yang akan mengikuti proses kompetisi untuk menduduki jabatan- jabatan publik hal itu perlu diperhatikan. Selamat................

Senin, 24 Mei 2010

KARAKTER BANGSA

Menjelang peringatan lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni, maka hasil perenungan yang muncul adalah masih adakah Pancasila dalam setiap sanubari bangsa ini, dan kalaupun masih ada seberapa besar pengaruh Pancasila terhadap dinamika kehidupan berbangsa, bernegera dan bermasyarakat sekarang ini.

Kehidupan berbangsa, dan bernegara serta bermasyarakat sekarang menunjukkan kondisi yang hampir lepas dari kendali dengan dalih kebebasan dan hak asasi. Tidak adakah penghormatan kepada pemimpin bangsa , sehingga mereka fotonya harus dibakar, diinjak-injak dan bahkan menyamakan dengan binatang untuk mengekpresikan pendapat dalam bentuk demontrasi. Politik selalu hanya bicara kepentingan golongan dan kelompok bukan bukan untuk kepentingan umum, demikian pula ekonomi dengan dalih globalisasi.

Carut marut dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat ini tentu perlu disikapi secepatnya agar bangsa ini menjadi bangsa yang berkemampuan dan berdaulat dimata bangsa lain, Dan Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat menjadi faktor yang penting untuk itu semua, karena Pancasila adalah kristalisasi nilai yang agung dan luhur dari bangsa yang dikenal santun dan berbudaya ini.

Dan ketika bidang politi, ekonomi, budaya sudah tidak bisa lagi diandalkan lagi untuk membangun karakter bangsa yang berlandaskan pada Pancasila, maka pilihannya adalah bidang pendidikan baik formal maupun non formal. Kesepakatan semua komponen pendidikan menjadi sangat penting untuk memasukkan nilai- nilai Pancasila dalam setiap mata pelajaran maupun kuliah di jalur pendidikan ini, dengan demikian Pancasila akan mampu meneluyup dalam setiap sendi- sendi kehidupan rakyatnya, dan itu akan mampu membangun karakter bangsa yang kita inginkan semua, menjadi bangsa ini bangsa yang mandiri dan kuat tidak akan terpengaruh oleh faham dan falsafat bangsa lain dalam proses penyelenggaraan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Sabtu, 22 Mei 2010

HARGA DIRI BANGSA

Menarik untuk dicermati dan bahkan perlu diberikan acungan jempol dan penghargaan yang luar biasa tindakan Anggito Abimayu yang mundur dari jabatan dan kembali lagi ke habitat awal yaitu menjadi doses UGM, ketika karier yang lebih tinggi dari profesionalisme diabaikan oleh kepentingan tertentu. Menarik karena perilaku langka bagi masyarakat Indonesia, karena tidak lazim dilakukan , padahal dari sisi jabatan dia memiliki jabatan yang menjanjikan ( karena menduduki eselon IA ) suatu eselon yang tertinggi dalam dalam birokrasi di Indonesia.

Harga diri tidak bisa dinilai dengan uangdan jabatan, dan bahkan harga diri selalu dikaitkan dengan martabat, sehingga patut diacungi jempol dan penghargaan yang luar biasa bagi seorang Anggito Abimayu. Kalau Susno Duaji memperoleh penghargaan yang luar biasa dari masyarakat karena melakukan upaya pembersihan mafia hukum, maka sebaiknya Anggito Abimayu layak mendapat penghargaan sebagai orang yang melakukan gerakan budaya mundur, kalau mendapatkan sesuatu tetapi tidak menghargai harga diri sebagai profesional.

Buadaya mundur tersebut, harus selalu didorong dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara karena menyangkut harga diri sebagai bangsa, ketika dalam proses perhubungan dengan bangsa lain tidak memiliki harkat dan martabat sebagai bangsa. berani mundur kalau kemudian kepentingan nusa dan bangsa terabaikan dan bahkan harus menjual diri. tentu kajian lebih jauh adalah bagaimana mensikapi perilaku tersebut, yang seharusnya dimiliki sebagai bangsa agar harga diri ini tidak diinjak- injak bangsa lain. Dan menjelang peringatan hari lahirnya Pancasila patut direaktualisasikan kembali nilai- nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegera serta bermasyarakat, sehingga kita memiliki jadi diri yang jelas sebagai bangsa.

Jumat, 21 Mei 2010

SEMANGAT JUANG

Minggu yang lalu kebetulan berkunjung pada seorang saudara yang sudah begitu lama tidak ketemu, dan bahkan tidak begitu mengenal apalagi akrab. Hanya yang terbersit dalam bayangan waktu itu adalah bahwa yang bersangkutan adalah seorang yang penuh wibawa, seorang yang parlente dan bahkan seorang yang congkak, karena yang bersangkutan adalah seorang pengusaha yang sukses dan bahkan menerima anugerah upakarti waktu jaman orde baru, tetapi justru yang terlihat saat itu, adalah orang yang santun, penuh kepasrahan dan tawakal.

Dikarenakan terjadi miss managemen dalam pengelolaan perusahaan, akhirnya yang bersangkutan jatuh terpuruk sampai harus menjalani hidup di penjara, bahkan sekarangpun dengan beban yang masih luar biasa besar untuk ukuran normal. Namun yang bersangkutan sekarang melepaskan semua atributnya, dengan kembali menjalani kehidupan yang hanya pernah dia alami ketika masih kecil, karena selanjutnya yang bersangkutan kembali ke desanya lagi.

Di desanya pun sekarang yang bersagkutan bersedia untuk menjalani kehidupan sosialnya kembali layaknya orang desa, berkebun- bertani - beternak, gotong royong dan bahkan kembali menjalani menjadi seorang koordinator tim sensus, sungguh luar biasa semangat dan perjuangan hidup yang dijalani sekarang.

Dan sekarangpun yang bersangkutan masih mau menularkan, melakukan penelitian dan bahkan menulis hal ikwal pengetahuan yang dia miliki. Walaupun bagaikan jatuh dari gedung lantai 10, namun yang bersangkutan masih memiliki semangat juang yang luar biasa.

Semangat juang yang demikian, pantang menyerah, selalu dan selalu berusaha untuk mengabdi pada kehidupan sosialnya adalah semangat yang harus dimiliki oleh setiap orang Indonesia manakala bangsa ini ingin melepaskan belenggu dari bangsa lain. Kalau Dr. Wahidin Sudirohusodo dan kawan-kawan mampu menyadarkan bangsa Indonesia untuk merubah pola perjuangan, maka sekarangpun harus dibangkitkan kembali kesadaran untuk mandiri sebagai bangsa, karena bangsa dan negara Indonesia adalah bangsa yang " gemah ripah loh jinawi " , bangsa yang serba ada dan serba mungkin, hanya tinggal bagaimana mengelola bangsa ini, sehingga tidak miss managemen dalam mengelolanya yang akhirnya kita bangkrut sendiri, menjadi miskin tapi sebetulnya kaya raya, menjadi tamu dirumahnya sendiri.

Kamis, 20 Mei 2010

SPIRIT KEBANGSAAN

mengingatkan kembali kepada kita semua kalau tanggal 20 Mei ini adalah hari Kebangkitan Bangsa, yang tentu bermakna kalau bangsa ini pernah mengalami kondisi belum sebagai bagsa yang masih belum terbangun. Kesadaran kebangsaan lahir ketika meresa sebaga bangsa yang tidak mampu melakukan apa-apa terhadap bangsa dikarenakan sedang dijajah, kedaulatan kita diambil oleh bangsa lain.

Dan sekarang, kondisi bangsa ini tak berdaya lagi menghadapi gempuran dalam bentuk penjajahan ekonomi dan politik serta kebudayaan dari bangsa lain dengan dalih globalisasi. Negara sekarang tanpa batas lagi, bangsa lain dapat memasukkan pengaruhnya tanpa harus melakukan peperangan fisik, namun dengan mempergunakan media informasi hal ini dapat dilakukan, dan sungguh dasyat akibat yang diterima oleh bangsa ini. Semua pihak tidak bisa terhindar, bahkan secara tidak sadar sudah terpengaruh oleh nilai - nilai kehidupan yang disampaikan oleh bangsa lain tersebut. Globalisasi dari sisi positif akan mampu mensejajarkan kita dengan bangsa lain, namun disisi yang lain tentu tanpa adanya spirit kebangsaan yang kutat tentu akan menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang tak berdaya, seperti sekarang ini.

Mensikapi kondisi tersebut, tentu diperlukan adanya langkah- langkah nyata dan strategis untuk menghadang akibat negatif dari globalisasi, dengan cara :
  1. mengingatkan kembali generasi sekarang tidak bisa dilepaskan dari generasi sebelumnya. Generasi sebelum kita berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan agar lepas dari belenggu penjajah. Semangat dan nilai - nilai rela berkorban, gotong royong, senasib sepenanggungan , persatuan menjadi sangat penting diera sekarang untuk ditanamkan pada generasi sekarang, karena dicermati gererasi sekarang sudah mulai luntur akan nilai - nilai tersebut ;
  2. Membangun karakter bangsa dengan menanamankan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah bangsa ini yaitu Pancasila dalam setiap jenjang pendidikan mulai dari PAUD sampai dengan Perguruan Tinggi ;
  3. Membangun kembali sikap pemimpin sebagai panutan dan tauladan bagi rakyat. Hal ini penting untuk dibangun karena keberadaan mereka masih manjadi penentu kehidupan bangsa ini ;
  4. Reaktualisasi kembali semangat rela berkorban, gotong royong, senasib sepenanggungan yang diselaraskan dengan kondisi sekarang.
Beberapa upaya tersebut akan menjadi kekuatan dalam menanggulangi akibat negatif dari globalisasi , dan spirit kebangsaan menjadi hal yang utama untuk itu, bangsa ini terbangun karena kita mampu membangun spirit kebangsaan, dan bangsa ini akan mampu berdiri tegak sejajar dengan bangsa- bangsa lain kalau memiliki spirit kebangsaan yang kuat.



Selasa, 18 Mei 2010

KEBANGKITAN BANGSA

Menjelang tanggal 20 Mei , kembali pikiran kita menjelajah ke awal tahun seribu sembilan ratusan, dimana ketika kesadaran melakukan perjuangan kemerdekaan tidak lagi bersifat kedaerahan namun lebih banyak mengarah pada tingkat yang lebih besar yaitu perjuangan membentuk negara. Kesadaran ini kemudian menggerakan arah perjuangan pada tataran membangun kesadaran berbangsa dan bernegara dengan cara mencerdaskan kehidupan bangsa, kesadaran berpolitik. Ketika itu perjuangan dilakukan karena merasa senasib dan sepenanggungan dimana sebagai bangsa besar namun tidak mempunyai kedaulatan sendiri.

Rasa ini sekarang sudah agak luntur, karena sekarang seluruh komponen bangsa lebih banyak bicara bagaimana memperjuangkan kepentingan dirinya sendiri , kelompoknya dengan dalih untuk kepentingan bangsa dan negara. etika pergaulan sudah mulai luntur, penghormatan pada simbol - simbol negara mulai terabaikan, foto-foto petinggi negara diinjak-injak dan bahkan disamakan dengan kerbau. Dengan dalih hak asasi manusia semua itu dikaburkan.

Bahkan sekarang jarang sekali para pemimpin bangsa menyebut tentang Pancasila. Penidikan kita sekarang lebih diarahkan pada kemampuan pragmatis saja dengan mengabaikan nilau - nilai yang harus dicapai dengan penyelenggaraan pendidikan itu, moralitas, kejujuran, sopan-santun dan lain-lain. Siswa dan bahkan Mahasiswa sekarang sudah tidak paham betul tentang hakekat dan isi dan tujuan dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Carut marut berbangsa dan bernegara, dikarenakan telah terjadi perselingkuhan ideologi, antara ideologi Pancasila dengan ideologi lain yaitu liberalisme

tentu semua hal tersebut tidak akan terjadi kalau kemudian kita semua tidak meninggalkan nilai- nilai luhur bangsa ini, yang memrupakan kristalisasi nilai dan budaya yaitu Pancasila. Menyambut kebangkitan bangsa kita renungkan kembali untuk menyejawantahkan Pancasila sebagai landasan bergerak, berpikir dan berperilaku bagi seluruh komponen bangsa baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Selasa, 11 Mei 2010

SYARAT KEPUTUSAN

Penyalahgunaan wewenang terjadi ketika kewenangan itu dipergunakan lain selain dari tujuan pemberian kewenangan tersebut, biasanya karena Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang tentu kalau hal ini dilakukan akan berpotensi merugikan negara. Penyalahgunaan wewenang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki kewenangan. Tanpa kewenangan tidak akan bisa terjadi penyalahgunaan wewenang. Salah satu yang timbul dari kewenangan yang dimiliki adalah adanya kewenangan untuk membuat keputusan.

Agar keputusan yang dibuat sah maka harus diperhatikan syaratnya , yaitu syarat yang bersifat materiil ( isi ) dan syarat yang bersifat formil ( bentuk ) dari keputusan tersebut. Yang harus dipenuhi secara materiil untuk keputusan adalah : a. Yang membuat harus berwenang, ketidak wenangan bisa dikarenakan : materi ( ratione materie ) ; tempat ( ratione loci ) ; waktu ( ratione temporis ) ; b. dalam kehendak tidak boleh dalam kondisi kekurangan yuridis ( harus wajar / normal ). Kondisi kekurangan yuridis bisa dikarenakan adanya salah kira ; paksaan maupun penipuan ; c. Isi dan tujuan keputusan harus sesuai dengan isi dan tujuan yang menjadi peraturan dasarnya.
Sedangkan syarat formil suatu keputusan adalah : a. keputusan harus diberi bentuk sesuai dengan peraturan dasarnya ; b. syarat- syarat sebelum dan setelah keputusan dikeluarkan ; c. syarat - syarat yang harus dipenuhi setelah dilakukan keputusan.

Keduanya syarat tersebut menjadi sangat penting untuk diperhatikan dan dipenuhi agar keputusan yang dikeluarkan memenuhi syarat dan apabila digugatpun tidak akan menimbulkan permasalahan secara hukum. Artinya walaupun digugat dipembuat keputusan tidak akan mengalami kondisi S3 ( stress , stroke dan stop ).

Senin, 10 Mei 2010

Persamaan dimuka hukum

Mencermati pemberitaan koran atas pemanggilan Komjen Susno Diadji sebagai saksi di Mabes Polri, ada hal yang menggelitik untuk dicermati, yaitu persyaratan kedatangan Susno ke Mabes sepanjang yang bersangkutan tidak ditahan, selain pula adanya tuntutan siapa tersangka dalam kasus tersebut, karena Susno diperiksa sebagai saksi.

Untuk yang pertama sangat menarik, kalau kemudian tawaran tersebut dipenuhi oleh penyidik Independen, karena selama ini dalam praktek kewenangan tersebut akan dijalankan tanpa memandang siapa yang diperiksa, sepanjang yang bersangkutan memenuhi unsur- unsur untuk ditahan Penyidik akan mempergunakan alasan-alasan tersebut untuk menahan seseorang. Kalau kemudian persyaratan Komjen Susno dipenuhi oleh Penyidik, maka yang muncul kemudian adalah bahwa hukum tidak bersama sama untuk semua orang. Ketentuan KUHAP akan berlaku hanya bagi rakyat yang tidak punya kemampuan apa-apa baik materiil maupun inmateriil.

Yang kedua adalah ketentuan siapa tersangka dalam suatu dugaan pidana sangat penting, karena untuk bisa menetapkan seseorang menjadi saksi harulah ada terlebih dahulu tersangka, hal ini tentu untuk memberikan kepastian hukum bagi mereka yang diperiksa sebagai saksi. Pengalaman selama ini, yang namanya pemeriksaan sebagai saksi tidak ada batasan waktu yang jelas, sehingga hal demikian akan merepotkan bagi mereka yang diperiksa sebagai saksi.

Terlepas dari semua itu, hal yang mendasarkan untuk direnungkan dan dilaksanakan oleh aparat penegak hukum adalah mempergunakan kewenangan dengan tujuan sebagai mana pemberian wewenang itu dijalankan, bukan untuk tujuan lain, termasuk tujuan kepentingan penguasa atau kekuasaan.


Minggu, 09 Mei 2010

motivasi

Naluri sebagai orang tua muncul , ketika mengetahui anaknya sedang berlomba dan kebetulan melakukan kesalahan. Ingin rasa melindungi anaknya dari perasaan bersalah, dengan selalu memberikan semangat, motivasi dan harapan bahwa hari esok akan lebih baik, dan hal yang wajar dalam setiap perlombaan ada yang menang dan yang kalah.

Upaya tersebut dilakukan agar mental anak tidak menjadi down dan selalu bersalah, sehingga disaat pertumbuhan psikis dia tidak terganggu, karena asa depan mereka masih panjang dan jauh untuk diperjuangkan.

Rabu, 05 Mei 2010

KETERBUKAAN INFORMASI

Selamat atas pelantikan anggota Komisi Informasi provinsi Jawa Tengah oleh Gubernur Jawa Tengah, dengan harapan adanya lembaga tersebut mampu mewujudkan adanya transparansi dalam proses penyelenggaraan pemerintahan khususnya di Jawa Tengah.

Undang- Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, memberikan jaminan pada setiap warga negara dan badan hukum perdata untuk mendapatkan informasi bagi kepentingan kehidupan pribadi dan sosialnya. Yang tentu keberadaan UU tersebut perlu segera disosialisasikan kepada seluruh masyarakat, agar masyarakat mengetahui hak dan kewajiban serta apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan informasi.